18 Mar 2021

PP Persero Melaba Rp128,75 Miliar pada 2020

StockWatch (Jakarta) - Pendapatan usaha PT PP Persero Tbk (PTPP) mencapai Rp15,83 triliun pada 2020, turun 32,84% jika dibandingkan Rp23,57 triliun pada 2019. Tergambar dalam laporan keuangan Desember 2020 yang diumumkan, Rabu (17/3), beban pokok pendapatan emiten konstruksi bangunan gedung beraset Rp53,47 triliun – turun 4,74%, dari Rp56,13 triliun pada 2019 – itu mengalami penurunan 32,58%, dari Rp20,26 triliun menjadi Rp13,66 triliun. Meski begitu, laba kotor PTPP turun 34,64% menjadi Rp2,17 triliun pada 2020, dari Rp3,32 triliun pada 2019. Di tengah penurunan pendapatan usaha, pada 2020 manajemen PTPP berhasil menekan turun 28,89% beban usaha menjadi Rp583,71 miliar, dari Rp820,88 miliar pada 2019. Pada 2020, PTPP meraih pendapatan dari laba ventura bersama sebesar Rp449,92 miliar, meningkat 124,75% dibandingkan Rp200,19 miliar pada 2019. Selain itu, PTPP juga meraih pendapatan lain Rp361,82 miliar, naik 28,63% dari Rp281,28 miliar pada 2019. Kendati begitu, laba sebelum pajak PTPP pada 2020 merosot 73,15%, dari Rp1,08 triliun pada 2019 menjadi Rp289,57 miliar. Pada 2020, PTPP membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp128,75 miliar (Rp21/saham), turun 84,29% dibandingkan Rp819,46 miliar (Rp132/saham) pada 2019. Meski kinerja fundamental turun, harga saham PTPP di BEI mengalami peningkatan sebesar 17,66% sepanjang 2020, yaitu dari Rp1.585 per 30 Desember 2019 menjadi Rp1.865 per unit per 30 Desember 2020. Pada perdagangan Rabu (17/3), saham PTPP ditutup pada harga Rp1.630, naik 4,82%, dari Rp1.555 per unit, Selasa (16/3). Harga tertinggi saham PTPP pada periode 30 Desember 2020-17 Maret 2021 adalah Rp2.230 pada 15 Januari 2021 dan terendah Rp1.500 pada 10 Maret 2021. (yan)
Top