Nilai Transaksi SPPA Melonjak 461,6%, BRIDS Jadi Sekuritas Teraktif di 2025

Jakarta, 15 April 2026 – Perdagangan obligasi di pasar sekunder mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025, seiring meningkatnya pemanfaatan infrastruktur pasar yang disediakan regulator. Nilai transaksi melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) tercatat mencapai Rp1.382 triliun, atau tumbuh 461,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini turut diikuti oleh pertumbuhan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH), di mana obligasi pemerintah dan korporasi masing-masing meningkat sebesar 12% dan 74% dibandingkan 2024. Lonjakan tersebut mencerminkan semakin aktifnya partisipasi pelaku pasar, khususnya institusi, serta pergeseran menuju mekanisme transaksi yang lebih transparan dan efisien.
Kondisi ini didukung oleh meningkatnya kebutuhan pengelolaan likuiditas, strategi diversifikasi portofolio, serta semakin beragamnya instrumen obligasi dengan profil risiko dan imbal hasil yang kompetitif. Hal ini mendorong frekuensi dan volume transaksi di pasar sekunder terus bertumbuh.
Secara fundamental, pasar obligasi Indonesia juga menunjukkan ketahanan yang solid. Nilai outstanding Surat Berharga Negara (SBN) telah melampaui Rp6.400 triliun, sementara aktivitas penerbitan obligasi dan sukuk sepanjang 2025 tetap terjaga dengan total emisi lebih dari Rp160 triliun. Hal ini menegaskan peran strategis pasar obligasi sebagai sumber pembiayaan sekaligus instrumen investasi utama di pasar keuangan domestik.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas tersebut, peran perantara perdagangan menjadi semakin krusial dalam menjaga kelancaran transaksi antar pelaku pasar. SPPA yang dikembangkan oleh Bursa Efek Indonesia kini semakin menjadi kanal utama bagi transaksi obligasi antar institusi, dengan proses pembentukan harga yang lebih transparan dan efisien.
Merespons dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) berhasil mencatatkan kinerja unggul di bisnis fixed income sepanjang 2025, dan meraih penghargaan sebagai Most Active Securities Firm untuk transaksi fixed income dalam ajang SPPA Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan sekuritas dengan total nilai matched transaction terbesar, yang mencakup seluruh mekanisme transaksi dan instrumen, termasuk transaksi obligasi dan REPO. Sebelumnya, pada 2024, BRIDS juga meraih penghargaan sebagai Most Active RFO Trader dan Most Active Securities Firm, yang semakin memperkuat rekam jejak perusahaan dalam industri ini.
Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya peran perusahaan dalam mendukung likuiditas pasar obligasi nasional.
“Lonjakan aktivitas di SPPA menunjukkan bahwa pelaku pasar semakin mengandalkan mekanisme transaksi yang lebih transparan dan efisien. BRIDS melihat ini sebagai momentum untuk terus memperkuat peran kami dalam memperdalam pasar obligasi domestik,” ujar Fifi.
Sepanjang 2025, BRIDS mencatatkan nilai transaksi obligasi pemerintah sebesar Rp275 triliun dan obligasi korporasi sebesar Rp49 triliun. Kinerja ini semakin mengokohkan posisi BRIDS sebagai salah satu penyedia layanan obligasi terdepan di pasar modal Indonesia.
Ke depan, BRIDS melihat potensi pertumbuhan transaksi obligasi akan tetap kuat, seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan serta strategi investasi berbasis fixed income di tengah dinamika pasar dan suku bunga. Perusahaan akan terus memperkuat kapabilitas bisnis dan jaringan distribusi untuk mengoptimalkan perannya dalam memfasilitasi transaksi pasar obligasi di Indonesia.